Tampar

Untuk sebuah alasan aku ingin kau tetap hidup dan berdiri.
Mencoba belajar hingga waktumu datang menyelamatkanku dari situasi ini.
Menyeret angkuh dan menyiramnya dalam genangan hujan.
Saat tercium sepotong kecemasan adalah saat dimana aku ingin kau datang untuk yang terakhir.

Saat jiwaku lumpuh terbaring dan menggelepar, akankah kau membayar semua ketakutan ini bersamaku?
Tersingkir dari rasa aman, tersesat dalam oase hitam yang hampir tidak mungkin dapat menuntunmu pulang.

Segera cuci tangan yang menyentuh darah di kedua bola mataku sebelum kau berhenti bernafas.
Jika kau beruntung seharusny mimpi buruk tidak akan membuatmu ikut terbakar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s