Batu

Sudah terbilang sepanjang gundukan batu.

Pasir, pesisir hingga perasaan yang mulai anyir.

Kali ini tidak asin seperti kebanyakan.

Dansa pagi ini haruskah bermanuver lagi?

Manuver romantis atau sekedar serangan air mata yang menguatkan alasanku.

Menyandari tubuh di lapuk mangrove.

Temukan bibirku terkunci dari gempuran huruf – huruf sampai pada akhir yang mengharuskan.

Ya…

Terlampau pagi bagiku bermanuver lagi.

Menemukan rangkai patah di puncak matahari.

Lunglai mengurai tanah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s