Bensin Eceran Satu

Tentang apa hari ini?

Aku bingung.

Bagaimana denganmu?

Apa ada cerita yang bisa aku simak?

Aku masih gemar mendengarnya lewat dua celah telinga yang masih rapi meski kadang tersumpal ceritaku sendiri.

Cerita yang remeh bagimu.

Tapi tidak apa.

Akan kuusir dia lain kali.

 

Suatu ketika aku berhenti dari laju kendaraan kaki. Memperhatikan laju lain sebuah kendaraan dua roda empat gigi yang tersendat.

Atau lebih.

Berhenti di sebuah toko jika kamu malu menyebutnya warung.

Tanggung memang.

hanya setoples permen dan bahan bakar yang coba mereka tukarkan dengan beberapa lembar rupiah.

 

“Kendara itu selamat”, pikirku.

Kalau saja SPBU abal-abal tidak ada di tempatnya sekarang mungkin butuh keringat ekstra untuk membeli seporsi makanan sehat untuk tunggangan dan pengendaranya.

Selesai sudah persoalan.

 

Aku merasa belum cukup dengan pemandangan indah barusan.

“Apa lagi Ilham?”

Kira-kira, siapa ya orang pertama yang menjual bensin (BBM) eceran?

Kapan pekerjaan itu lahir?

 

Jadi ingat, semalam aku bertanya pada beberapa teman tentang hal di atas dan tidak ada satupun yang menanggapinya.

Hahaha.

Sial sekali bukan.

Sudah, sudah.

Mungkin mereka tidak punya waktu memikirkannya.

Jadi jengkel sendiri.

 

Advertisements

2 thoughts on “Bensin Eceran Satu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s