Bising Hari Ini, Berikutnya

Merancang kembali potongan badan yang sempat menguap.

Angsurkan segenggam air, segumpal asap.

Pagi ini memaksa badan bekerja dengan pikiran.

Menuduh akalku memanipulasi gerakan tangan.

 

Di sampingku, kosong.

Jangan tanya di atas atau di bawahku.

Tidak apa.

Sebentar lagi senja mengetuk pintu.

Deru mesin di pangkal ini punya sedikit waktu berlibur.

Hindarkan pucat pasi.

Pikiran mati yang tidak teratasi.

 

Menerawang sisa penat yang masih ditawarkan.

Belum akan berdamai.

Apalagi berandai.

Dingin memang.

Angin di kepalaku masuk-keluar sangat cepat.

Tidak heran kalau daya ingatku melambat.

 

Perbaiki posisi tidurku.

Sempatkan diri mencuci muka.

Menyegarkan telinga dari bising hari ini.

Dan hari-hari berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s