Membaru

Berbohonglah aku pada ratusan hari yang telah berpulang.

Masih berusaha percaya bahwa itu memang bukan aku.

Sungguh, biarkan aku percaya.

 

Membumi hanguskan cindera yang salah meletak.

Apa aku bisa meracau perasaanmu untuk membaru?

Apa aku bisa mengencani matamu?

Apa aku bisa berjalan, berpelan, berandai nyaman dengan kering jalanan yang tidak mungkin membasah bagaimanapun aku menuntunmu menuju pasang?

Menua, membuta, melega apa dan dengan siapa aku merakit sampah-sampahku sampai nanti siang melenggang terbang?

Apa aku sama dengan perca kaca yang sering aku jahit di tengah matahari, gerah, angin, dahan juga perahan nama-nama sebelum kamu?

 

Bersadar memang tidak selalu membesar.

Sempatkan menangkar sebelum nanar.

Sempatkan membisu sebelum melagu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s