Sesekali, Hujan Ini Milikku

Dan sebenarnya, adakah alasan agar aku menulis lagi, selain alasan kewajiban? Selain alasan kewajibanku pada perasaan buruk yang perlu dilampiaskan. Bolehkah aku menyalahkanmu atas ketidakberdayaan ini? Mungkin ini hanya alasan yang dibuat-buat olehku. Mungkin juga alasan yang kamu buat agar aku berbuat sesuatu. Menulis. Ya, menjagaku dari apa yang disebut tangis.

Apa kali ini? Bagaimana jika tentang kakak? Mengangguklah. Aku punya sedikit waktu untuk melihatmu.

 

Apa aku saja yang merasa, kalau bulan ini tidak setegar bulan-bulan yang baru saja lewat? Minggu lalu, ketika aku memilih untuk pulang untuk sebuah alasan, dia datang. Hujan. Untuk pertama kalinya setelah lama, langit terlinang menembus senja. Di perjalanan, aku berpikir keras agar hujan pertama ini tidak ternoda oleh linangan yang lain. Aku ingin menyambut hujan ini dengan tidak berlebihan. Toh, belum tentu dia turun karena rindu padaku.

Hari setelahnya,beberapa kali dia datang berkunjung. Menenangkan tanah, yang terlalu sering marah dan melempar debu ke dalam kamar. Menenangkan diri, yang terlalu sering marah dan menyulut hujannya, jauh lebih dulu dibandingkan hujan milik alam. Dan boleh jadi, hujan belia ini sedang belajar menyimak ceritaku yang kaku. Cerita yang tidak terkendali meski aku mati-matian meyakinkan bahwa aku mampu berjalan sendiri. Tak terkendali, seperti hujan petang tadi. Dan mungkin, aku setengah menunggu diteduhkan di dunia asing ini. Oleh seorang kakak.

Untuk apa diam ini? Untuk apa berdiam diri ini? Untuk apa berdiam diri dengan cara ini? Aku masih waras untuk sadar, bahwa tanggung jawab ini tidak butuh peduli. Kalau saja, beberapa waktu lalu aku sedang berdiam seperti ini, kamu pasti tengah menggodaku dengan berbagai cara, hingga aku mampu bertanya pada diri sendiri, “Apa tanggung jawabku akan selesai dengan diamku yang seperti ini?” Hampir tidak ada alasan untukmu, selain rasa peduli pada adik yang masih merangkak ini. Menunaikan pedulimu, utuh, di tengah kewajiban dan hakmu sebagai manusia normal di luar sana. Memaruh waktu untuk tetap menjagaku demi sebuah peperangan, tentang Radiohead dan Muse. Baiklah, sebenarnya aku sedikit putus asa kehilangan sosokmu, yang aku tahu tengah berjuang keras di tempat lain. Iya, aku rindu padamu, yang menjengkelkannya belum lama mendampingi tumbuh kembangku.

Bolehkah aku jujur, untuk bertanya, apa yang kamu harapkan dari adikmu ini? Sedang aku tahu, yang pernah dan masih kamu lakukan untukku bukanlah sebuah kebetulan. Apalagi paksaan. Tolong beritahu aku, dengan cara apapun. Karena, dulu, hampir saja aku tidak mengenalmu, selain dari kecerdasan, juga warna rambutmu yang tidak biasa. Dari caramu memperlakukanku dengan kejam, yang justru membuatku menaruh kagum padamu.

Siapa yang bisa memarahiku sesempurna caramu?

Dan tengah malam itu, 15 hari setelah memutuskan berjuang di tanah yang lain, kamu mengirimkan dua pesan yang tidak pendek untukku. Pesan itu , seharusnya tidak kamu kirimkan pada adikmu yang cengeng ini. Saat itu belum musim hujan, dan sialnya, kamu memaksaku menurunkan hujan lebih awal. Entah denganmu. Aku tidak mau memaafkan dua pesan pemberianmu. Huh! Aku akan menyalahkanmu, waktu, juga Efek Rumah Kaca yang tidak membuat lirik hujan di akhir bulan September. Hanya saja, benciku tidak cukup kuat untuk merubuhkan kebanggaan adikmu pada sosokmu. Tetaplah sehat di tanah perjuanganmu, Kak. Tetaplah mencintai kawanan Matt Bellamy. Dan mampirlah, menengok adikmu jika sempat. Aku mau kamu marahi lagi.

 

12 Oktober, segelas tape yang seharusnya hangat, dan The 2nd Law yang membantuku mengingat mantel bulu, lengkap dengan telinga kucing di tudungnya. Itu milik kakakku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s