Di Langit Yang Sama

Guarda questa terra che.

che gira insieme a noi.

A darci un po’ di sole.

 

Mighty Sun…

Mighty Sun…

Mempertanyakan waktu yang menemukan diri pada tidak biasa.

Seolah petang ini segelas teh hangat yang dinanti.

Sunyi yang mendesah di bibir mendinginkannya lekas.

Di luar sana, manusia berjamaah meneteskan air mata sebagaimana percakapan yang deras.

Riuh di batas lampau dan esok hari.

Lalu ketika aku terlelap, kunang-kunang berdiam melaun, membasuh wajah lelah entah darimana datang.

Aku berharap bisa bermimpi.

Bertiga, mempersilahkan langit menaruh hati.

Canto Della Terra.

Jarak itu pada matamu nan sayu.

Pada rambutmu nan tergulung ombak.

Dan puisi-puisi yang tak pernah berhenti membuat kita bertemu-tatap, menggerakkan jari untuk menemukan senyum di halaman selanjutnya.

Puisi yang membuat kita duduk berdua.

Di langit yang sama.

(10 Februari 2013, 01:28, mengapa tiba-tiba Andrea Bocelli mencukupkan diri? Menemaniku mengais dini hari, tanpamu yang entah.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s