Tidak Ada Tiga Untuk Penengah Keduanya

Kalaulah hari tadi, 14 Februari bisa membagi tubuh menjadi dua. Atau tiga untuk penengah keduanya.

Tapi toh, dunia yang pernah aku tulis tak pernah kuajak nyata. Jadi, katakan saja aku bisa dengan mudah mempersilahkan inginku, membagi tubuhku menjadi dua. Atau tiga.

 

 

 

Tubuh Pertama: Seperti Aku Tidak Pernah Mau Mengingat Umur Kedelapannya

Selamat ulang tahun untuk kelahiranmu. Usia delapan milikmu. Berada di tiga tahun terakhirmu, 50-56. Maafkan, tidak seperti keinginanku juga keinginan kalian. Itu saja.

Tubuh Kedua: Seperti Aku Selalu Mengatakannya, Kepadamu, Entah Apa Kamu Pernah Mendengarnya Atau Belum

Selekasnya riang yang kamu gambarkan di pesan singkat menerjemahkan keriangan yang mega, yang nyata di wajahmu. Riang yang kamu sisipkan di antara pesan singkat, yang entah kapan nanti, membebaskan riangmu dari batas resolusi. Pasti.

Dan sungguh, aku tidak pernah benar dalam memahami kerianganku setelah membaca riangmu. Dalam pesan singkat, dalam wajah dekat. Maka jangan menuduhku tahu apa-apa tentang apapun ketika kamu merasa aku tahu. Sehatlah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s