Ketiadaan Cahaya

lubang

Kamu yang di hadapanku ini, sudah silau pada riuhnya bunga-bunga api di akhir pekan.

Yang menyayat-nyayat wajahmu.

Seperti telaga yang dijerang nyala-nyala lilin.

Pada setiap lelehnya, aku melihat keputus-asaan ditenggelamkan.

Andai sebelumnya aku tahu, telaga itu tidak berdasar.

 

Seperti matamu, dimana aku pernah tenggelam di dalamnya.

Tempat yang tidak pernah habis aku telusuri ruang-ruangnya.

Seperti lentera yang tidak pernah redup, aku sampai kini tidak menemukan jalan keluar.

Pintu itu, katamu, gelap-pekat.

 

Cahaya-cahaya hidup dalam ketidakhidupanmu

Mengenalkanmu pada nyala-nyala silau.

Dan kamu sendirian, menyungging senyum pada hampa udara.

 

Percepat datangku, datangmu, pada ketiadaan cahaya.

Ketiadaan ketika kita berdua.

 

(21/7, Death Cab for Cutie – Lightness)

You shouldn’t think what you’re feeling…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s