Kami yang Berusaha Turut Bercinta di Luar Angkasa


Di rentang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan

Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan

Di gigir yang curam dan dunia tertinggal, gelap membeku

Sungguh, peta melesap dan udara yang terbakar jauh

di atas adalah empat baris pertama dari lirik lagu Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa. Judul barusan sejatinya milik kolektif bernama Melancholic Bitch (Melbi), namun dihadiahkan kepada Frau—untuk dibawa dalam album Starlit Carousel. Dalam tembang berdurasi 6:27 menit itu, Leliani Hermiasih berbagi suara dengan Ugoran Prasad (Melbi). Bagi saya yang baru mendengarkan—baik Melbi maupun Frau—dalam empat tahun terakhir, Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa lebih saya kenal lewat Frau. Asal-usul tembang inipun baru saya tahu ketika tidak sengaja menyaksikan panggung perpisahan Melbi di Tembi. Di panggung itu, Frau dan Kartika Jahja turut serta.

Namun, saya menulis empat baris di atas bukan dalam rangka membahas perjalanan Melbi maupun Frau. Saya tidak akan cukup bahan bakar untuk menjelajahi mereka. Dan saya pikir, mereka berdua adalah penggiat musik yang sulit dimengerti. Ini benar-benar subyektif, saya rasa. Maafkan. Atau ada yang menganggap saya akan mengurai liriknya yang kata saya, “Aduh!” Tapi saya punya cerita menarik tentang tembang ini.

Jumat sore (10/01), saya mengajak seorang adik angkatan di kampus saya untuk mendengarkan tembang ini di beranda ruang sekretariat kami. Saya cari liriknya di internet (entah benar atau tidak) dan saya print lima rangkap. Seselesainya mendengarkan, lirik itu saya berikan satu. Kebetulan, saat saya dan dia iseng akan membahas liriknya, tiga kawan tiba-tiba ingin turut membahas. Entah apa sebab mengingat mereka belum pernah mendengarkan sebelumnya. Tapi tak apa, karena memang lebih menarik—dan ini terbukti. Jadi diskusi dimulai dengan lima orang: saya, Igo, Sintya, Alif dan Untung.

Saya harus memberitahukan lebih awal jika diskusi kami tentang lirik ini menghabiskan waktu dua jam. Selesaikah pembahasan liriknya? Hanya empat baris yang berhasil kami diskusikan, seperti lirik yang saya ketik di awal. Dan entah, apakah interpretasi kami benar, atau salah. Saya yakin yang kedua. Tapi saya coba membela diri lewat ucapan Farid Stevy (FSTVLST), “Ketika sebuah karya sudah dilempar ke masyarakat, maka karya itu milik masyarakat.” Kurang lebih begitu.

Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa saya putar ulang untuk melatari diskusi. Pertama kali yang saya tanyakan ke kawan-kawan adalah, apa yang bisa kita bayangkan dari judul itu?
Kami membutuhkan waktu tidak sebentar untuk sekedar menjawab asal. Beruntung kami mencatatnya.

Alif: Ada tiga jawaban. Yang pertama, orang yang bercinta beneran. Yang kedua, sepasang kekasih yang belum menikah. Ketiga, perempuan dan pianonya.
Igo: Sepasang kekasih yang merasakab lain dari yang lain.
Sintya: Sepasang kekasih yang berada di luar batas.
Untung: Sepasang kekasih yang jalinan asmaranya spesial. Mereka dipertemukan di ruangan lain.
Saya: Sepasang kekasih yang telah mampu meniadakan aku dan kamu. Hanya ada kita. Istilahnya, di dalam kita, gravitasipun tidak mampu menahan.

Di rentang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan

Saya: Pasanganku memberikan dua pilihan waktu, yang sejenak (berjejal) dan yang tak terbatas (memburai), aar aku dapat memilih.
Alif: Pasanganku yang tetap bisa memberikan waktu kepadaku walaupun pasanganku sibuk.
Sintya: Walaupun waktu masing-masing tidak selalu cocok, namun selalu menyediakan kesempatan.
Igo: Pasanganku selalu ada untukku di saat apapun.
Untung: Saling memberikan waktu

Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan

Igo: Mau melakukan apapun. Enggan berhenti.
Saya: Pasanganku mau melakukan pengorbanan namun tidak mau dianggap berkorban.
Alif: Pasanganku mau melakukan apapun. Tapi aku ngga mau kalau begitu.
Untung: (Tidak menjawab)
Sintya: Aku tidak mau kalau pasanganku memberikan apapun.

Di gigir yang curam dan dunia tertinggal, gelap membeku

Untung: Perjalanan cinta sepasang kekasih yang smudah melewati berbagai rintangan.
Sintya: Sepasang kekasih itu belum bertemu. Keduanya dalam keadaan galau.
Saya: Sepasang kekasih itu tidak peduli akan apa yang orang lain katakan/pikirkan tentang mereka.
Igo: Sepasang kekasih yang sudah kehilangan dunia nyatanya. Dan mereka menyesal telah masuk ke dunia itu.

Sungguh, peta melesap dan udara yang terbakar jauh

Alif (baris 3 dan 4): Mereka sudah meninggalkan dunia, melewati orang-orang yng tertinggal dan jauh di atasnya.
Untung: Petunjuk yang dipakai kebanyakan orang sudah tidak terpakai lagi bagi mereka.
Saya: Mereka sudah terlalu jauh pergi. Tidak ingin tahu jalan kembali. Karena cinta itu sangat mereka nikmati.
Sintya: Perjalanan cinta mereka sudah melewati kisah orang lain.

Empat baris pertama di atas selesai pukul enam kurang beberapa menit. Selama dua jam tersebut, sangat jelas kalau kami juga banyak berdebat. Sebenarnya kami lebih banyak bingung. Kepala kami sudah panas. Hahaha. Kami menunda pembahasan selanjutnya mengingat masing-masing dari kami memiliki kegiatan. Jika ada waktu luang yang tiba-tiba, kami berjanji akan melanjutkan diskusi ini.

Sebelum pulang ke hunian masing-masing, saya sempat bertanya apakah diskusi ini menyenangkan. Saya melihat kelelahan di wajah kawan-kawan. Saya juga melihat tawa.

Ketika akan menuliskan hasil diskusi tersebut, saya membaca ulang notulensi. Dan tertawa adalah hal pertama yang saya lakukan. Hampir saya mengurungkan niat menuliskannya, mengingat skill ngawur kami yang terlalu dominan. Tapi ini bukan kejuaraan menulis dan interpretasi. Jadi yang kami perlukan di sini hanyalah percaya diri. Bahwa ada yang lebih ngawur dari kami, kelak.

Katakanlah seperti ini… Kami tengah berusaha turut bercinta di luar angkasa.

Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s