Padaku, Dia tengah Cemburu

image

Kapankah tiba, hari dimana matahari terlahir begitu miskin?
Pada detik-detik tak teerhitung yang melelahkan, pada deret waktu yang lengang dan kesepian, rintik-rintik hujan berlarian di ingatan yang basah.

Maka kukembangkan payungku agar kamu lekas sadar.
Kamu tidak akan berjalan sendirian di tengah hujan.
Dan cerita-cerita yang sepagi tadi kamu rajut dengan perlahan, bisa aku kenakan.

Marilah kita berjalan, meski aku dan kamu tidak tahu dimana pemberhentian.

Sayang, jika sampai senja nanti hujan tak juga berhenti, maka padaku dia tengah cemburu.
Dan senja, sebagaimana impian-impian kita yang merana.

Catatan: Sampah ini ditulis untuk permainan pengamen-pengamenan. Bongkrek dan Nita sebagai pasangan kekasih, saya sebagai pengamen. Kalau kawan-kawan sudah menonton  Before Sunrise, maka kalian akan tahu kalau ide permainan ini diduplikasi dari sana. Sayang, di permainan ini, saya tidak berhasil mendapat recehan. 😦
Oh iya, karena ada beberapa kesalahan di catatan aslinya, yang saya unggah ini mengalami sedikit perubahan. Termasuk judul yang di catatan aslinya tidak ada. Hiks.

(4/3. Trio Ice Blend)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s