Mengubur [at]merakitsampah

Semoga saya sudah pernah bilang kalau menulis dalam posisi mau-tidak-mau itu cukup sulit. Jika belum, saya akan salin-rekatkan tulisan saya yang belum pernah dipublikasikan—tulisan untuk tembang Tanah Indah untuk Para Terabaikan, Rusak dan Ditinggalkan.

“Bukan perihal mudah, menulis dengan dasar kesepakatan. Selalu saja ada yang merumitkan: makna, alur, gagasan. Bagaimana menyampaikan tanpa menuhankan pencapaian tunggal. Bagaimana menceritakan tidak lagi diukur dari jumlah kawanan yang hadir, dan pulang. Lalu pikiran-pikiran tentang ‘bagaimana’ membuat saya sakit kepala. Yang berulang kali berbisik di telinga tidak pernah mau bertanggung jawab atas apa-apa yang akhirnya harus saya dengar. Sedang di saat yang bersamaan, dunia tidak merasa perlu berhenti berputar.”

Saya lupa mengucapkan salam. Hai.

Sebenarnya tulisan kali ini tidak penting sama sekali, membuat saya malas. Apalagi, jika tidak berhati-hati dalam menulis, saya akan sangat mungkin dihadiahi diagnosa: mengidap narsisme akut. Hiii… Lalu bagaimana caranya berhati-hati? Lah, mau menulis tentang apa memangnya?

Hari tadi (6/5), saya akhirnya menguburkan nama akun twitter pertama saya: [at]merakitsampah. Tentu mengganti nama akun sosial media bukan perkara besar. Nama pertama di FB saya Ilham Bagus Prastiko, lalu saya ganti di akhir SMA dengan Ilham Darah Kotor, lalu saya kembalikan lagi ke nama asal beberapa bulan setelahnya. Oh iya, nama akun Twitter saya sekarang [at]ilhvmbp.

Saya termasuk orang yang tidak terlalu kekinian perihal sosial media. Membuat Friendster terlambat, Facebook terlambat, Twitter dan Google+ juga. Saya bergabung di Twitter baru pada 23 September 2010 (tertulis di Tweetcaster) dengan nama [at]ilhambp (atau [at]ilhambagusp saya lupa). Baru beberapa waktu setelah membuat blog ini saya mengganti nama di akun twiter saya menjadi [at]merakitsampah. Berarti kemungkinan paling cepat, saya mengganti nama akun Twitter saya pada Desember 2010.

Saya tidak perlu menceritakan alasan penggunaan nama merakitsampah, baik di blog maupun di beberapa akun lain. Tapi saya akan menceritakan mengapa saya memutuskan untuk menguburkan nama merakitsampah di Twitter. Saya yakinkan sekali lagi ini tidak penting. Ada yang mau mencatatnya? Ciiiiih…

Mungkin, dalam asumsi saya (dengan narsisme yang semoga belum akut), merakitsampah sudah kadung melekat dengan saya. paling tidak di lingkungan sekitar. Jika dihitung dari kali pertama blog ini dibuat, berarti sudah (atau baru?) tiga tahun lebih saya menggunakan nama maya ini. Barangkali tiga tahun sudah cukup untuk membuat kesimpulan Ilham Bagus Prastiko = merakitsampah. Belumpun tak masalah.

Senangkah? Tentu. Hampir seperti Pejalan Jauh, yang dikemudian hari saya ketahui aktornya adalah Zen R.S atau Pelukis Langit yang baru saja saya gugeling lagi, dan ternyata adalah Felix Dass. Sebenarnya membandingkan dengan keduanya amatlah berlebihan. Tapi sudahlah.

Sebenarnya… saya bosan, kalau tidak mau dikatakan mulai membenci nama maya ini. Tapi apa iya tanpa alasan? Tiba-tiba bosan, tiba-tiba benci. Begitu?

Iya. Ini lucu. Saya memerlukan hampir satu minggu untuk mengganti  nama akun Twitter saya. Textbox untuk username sudah saya kosongkan. Sering sekali. Bingung mau menggantinya dengan nama apa. Sampai ketiduran, lalu ketika bangun sudah harus bergegas pergi. Tapi akhirnya tadi berhasil. Memakan waktu tiga jam sampai saya tekan “Save”. [at]ilhvmbp.

Entahlah. Saya seperti dihujani ketakutan atas nasib nama maya ini. Teramat takut, sampai-sampai saya jatuh hati untuk membencinya dengan penuh-seluruh. Untuk meniadakannya dimanapun bisa. Kecuali di blog ini, mungkin. Mungkin juga tidak.

Tidak pernah ada yang tahu, kecuali jatuh cintamu biasa saja. Bencimu begitu-begitu saja.

 

 

(7/5. Menanggapi “Waaaaa [at]merakitsampah sudah pensiun,” kata Uci. Pensiun, hanya untuk yang masa kerjanya berakhir, Dik. xD )

Advertisements

4 thoughts on “Mengubur [at]merakitsampah

  1. Lebih bagus yang sekarang Ham.
    Kalau saya bikin akun sosial media yang sesuai kebutuhan aja, saya gak punya fb, saya juga gak punya path. G+ bikin tapi ternyata sepi. Hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s