Lempuyangan, Selagi (Tadi) Belum Gelap

Lempuyangan, Selagi (Tadi) Belum Gelap

Hei, jangan kecil hati meski sendiri.

Meski tak sempat mandi.

Senja saja tak mengeluh kamu tinggal pergi.

 

Efek bermain Instagram mulai terasa. Saya mulai kesulitan untuk menulis sedikit lebih panjang. Yah, meski Instagram memungkinkan untuk menulis panjang, tidak semenarik menulis panjang di blog atau catatan Facebook. Sebenarnya, saya tidak perlu menyalahkan media sosial apapun. Saya saja yang dasarnya pemalas. Hahaha.

Saya mau pamer. Sore tadi saya ke Lempuyangan. Selain menjumpai pasangan kekasih, saya juga menjumpai banyak sekali anak-anak kecil, bersama orang tuanya tengah bermain di sana. Naik odong-odong, jajan, makan sore, berfoto. Yang pasti mereka melihat kereta lewat. Anak-anak melambaikan tangan mungil mereka ke arah kereta, seolah ada seseorang yang mereka kenal di balik jendela. Sungguh lucu. Tapi ingat, mereka bukan anak-anak saya.

Sore tadi memang cerah. Saya memesan kopi hitam di salah satu warung, duduk, lalu melihat empat anak kecil tengah naik odong-odong kayuh. Ibu mereka mengerumuni, sesekali memotret kelakuan anaknya. Pengayuh odong-odong itu seorang bapak yang saya taksir berumur lebih dari 40. sayang, saya memesan kopi. Kalau tidak, saya pasti mengantri untuk naik odong-odong itu, dan tidak akan ketahuan kalau saya sudah semester 10. Ayolah, memangnya tidak ada anak kecil berkumis dan berjenggot? Sedikit keriput, juga. sedikit.

Daripada meributkan apakah saya masih pantas naik odong-odong atau tidak, saya akan mem-publish beberapa foto yang saya jepret sesore tadi. Tidak ada bagusnya juga, sih. Tapi mlipir ke foto masih lebih bagus dibanding melanjutkan tulisan ini dengan cerita asmara. Tapi saya harus mengaku bahwa saya mendengarkan Senjakala Cerita di sana, menjelang pukul enam. Saya sedang menyukai tembang itu. Seperti mengais sugesti, sebelum gelap. Bah!

 

2014-04-09 17.11.17

 

2014-04-09 17.11.32

 

2014-04-09 17.12.30

 

2014-04-09 17.15.29

 

2014-04-09 17.17.00

 

2014-04-09 17.21.51

 

2014-04-09 17.51.32

 

(9/4. Masih yakin kalau tidak akan ketahuan, menyelinap dan mengantri bersama anak-anak kecil lain untuk mendapat giliran naik odong-odong. Hampir lupa. Akhirnya bertemu Rosemary Bliss lagi, di “A Dash of Magic”.)

Advertisements